082313437557

Gesikan, Sumbersari, Moyudan, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55563

Berita & Kegiatan

Berita & Kegiatan Sekolah

Informasi terbaru seputar kegiatan pembelajaran, prestasi siswa, program sekolah, dan berbagai aktivitas inspiratif di SLB PGRI Sumbersari.

SLB PGRI Sumbersari Ikuti FLS3N Tingkat Kabupaten Sleman 2026

SLB PGRI Sumbersari Ikuti FLS3N Tingkat Kabupaten Sleman 2026 Sleman, 7 April 2026 — SLB PGRI Sumbersari turut berpartisipasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini bertempat di SLB Bhakti Pertiwi, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, dan dimulai pukul 08.30 WIB. Dalam ajang tersebut, SLB PGRI Sumbersari mengirimkan empat siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seni. Adapun perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah: Fatur Rohman pada cabang lomba melukis Buchori pada cabang lomba fashion show Nando Prakoso pada cabang lomba pantomim Yusuf Putra Anugrah pada cabang lomba mewarnai Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi, bakat, serta kreativitas siswa di bidang seni, sekaligus sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berprestasi. Dari seluruh cabang yang diikuti, SLB PGRI Sumbersari berhasil meraih prestasi membanggakan melalui Nando Prakoso yang berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba pantomim. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SLB mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat kabupaten. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat, serta kepada guru pembimbing yang telah memberikan pendampingan secara maksimal. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat terus mengembangkan bakat dan minatnya, serta menginspirasi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Baca Selengkapnya

Gerakan Donasi “Kricik Becik” di SLB PGRI Sumbersari, Wujud Kepedulian Sosial

Gerakan Donasi “Kricik Becik” di SLB PGRI Sumbersari, Wujud Kepedulian Sosial Moyudan, 6 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-271, SLB PGRI Sumbersari melaksanakan kegiatan Gerakan Donasi Kricik Becik pada Senin (6/4). Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua siswa. Gerakan Kricik Becik merupakan program pengumpulan donasi berupa uang receh sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu pelajar yang kurang mampu. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai empati, solidaritas, serta semangat gotong royong kepada para siswa sejak dini. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak penuh antusias. Para siswa dengan didampingi guru membawa dan mengumpulkan uang receh yang telah disiapkan dari rumah. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Kepala SLB PGRI Sumbersari dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter yang penting bagi siswa. “Melalui Kricik Becik, siswa belajar untuk peduli, berbagi, dan memahami bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi orang lain,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah DIY Nomor 03 Tahun 2026 serta Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY terkait pelaksanaan Gerakan Kricik Becik. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelajar yang membutuhkan.

Baca Selengkapnya

Hari Pertama Masuk Sekolah Pasca Lebaran, SLB PGRI Sumbersari Gelar Halal Bihalal Penuh Kebersamaan

Hari Pertama Masuk Sekolah Pasca Lebaran, SLB PGRI Sumbersari Gelar Halal Bihalal Penuh Kebersamaan Moyudan, 30 Maret 2026 — Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, keluarga besar SLB PGRI Sumbersari menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan pada Senin (30/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa. Acara diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di halaman sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SLB PGRI Sumbersari, Ibu Nurul Hidayah, menyampaikan sambutan yang sarat makna. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang memperbaiki diri, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan semangat belajar dan bekerja setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana haru dan kehangatan terasa saat seluruh warga sekolah saling memaafkan, menciptakan ikatan emosional yang semakin erat di lingkungan sekolah. Selanjutnya, seluruh peserta menuju ruang aula untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Para siswa mengumpulkan kado silang yang telah dipersiapkan sebelumnya berupa makanan dengan nilai Rp 6.000. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang dinanti karena menghadirkan unsur kebersamaan dan kejutan bagi para peserta. Sebelum pembagian kado, Bapak Walkadi memberikan penjelasan mengenai makna dan hikmah silaturahmi di bulan Syawal. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kado silang, di mana siswa secara bergantian menerima dan membuka kado yang didapatkan. Keceriaan tampak dari wajah para siswa yang antusias menikmati momen tersebut. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dari kado yang telah diterima, menambah kehangatan suasana kebersamaan. Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan seluruh warga SLB PGRI Sumbersari dapat memulai kembali aktivitas pembelajaran dengan hati yang bersih, semangat baru, serta hubungan yang semakin harmonis.    

Baca Selengkapnya

Halal Bihalal Keluarga Besar Guru dan Karyawan SLB PGRI Sumbersari

  Halal Bihalal Keluarga Besar Guru dan Karyawan SLB PGRI Sumbersari Minggir, 29 Maret 2026 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H, keluarga besar guru dan karyawan SLB PGRI Sumbersari menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 10.00 – 12.00 WIB, bertempat di Gubug Makan Mang Engking Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, dan karyawan beserta keluarga masing-masing. Suasana kebersamaan tampak hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat saling memaafkan dan mempererat hubungan antarwarga sekolah. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Nurul Hidayah, yang menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan meningkatkan semangat kerja setelah bulan suci Ramadan. Selanjutnya, sambutan perwakilan keluarga disampaikan oleh Bapak Rahmad, selaku suami dari Ibu Andriyani, yang menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Momentum inti kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Ikrar Syawalan yang dipimpin oleh Bapak Walkadi, salah satu guru di SLB PGRI Sumbersari. Dalam ikrar tersebut, seluruh hadirin saling memaafkan dan berkomitmen untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan keharmonisan dalam lingkungan kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salam-salaman sebagai simbol saling memaafkan, diikuti dengan acara kado silang yang menambah suasana semakin meriah, penuh canda, dan keakraban di antara keluarga besar. Acara ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama, yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh hadirin yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar SLB PGRI Sumbersari dapat terus menjaga kebersamaan, meningkatkan solidaritas, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh semangat dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

Baca Selengkapnya

Melatih Percaya Diri Siswa Melalui Pentas Tari Sekolah

Setiap anak memiliki potensi yang unik untuk berkembang, termasuk dalam hal keberanian tampil di depan umum. Bagi siswa berkebutuhan khusus, kesempatan untuk berdiri di atas panggung dan menunjukkan kemampuan mereka bisa menjadi pengalaman yang sangat berarti. Salah satu cara yang efektif untuk membangun rasa percaya diri tersebut adalah melalui kegiatan pentas tari di sekolah. Di lingkungan sekolah, kegiatan tari bukan sekadar latihan gerakan yang diiringi musik. Lebih dari itu, tari menjadi ruang ekspresi yang membantu siswa mengenali kemampuan diri, melatih koordinasi tubuh, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Proses latihan yang dilakukan secara rutin juga membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Di SLB PGRI SUMBERSARI, kegiatan pentas tari dirancang agar setiap siswa bisa berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Guru memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari mengenalkan gerakan sederhana hingga membangun kepercayaan diri saat tampil di acara sekolah atau kegiatan luar sekolah. Berikut beberapa manfaat pentas tari bagi siswa: Meningkatkan Kepercayaan Diri Saat siswa berhasil menyelesaikan satu penampilan, rasa bangga muncul secara alami dan mendorong mereka untuk lebih berani mencoba hal baru. Melatih Koordinasi dan Motorik Gerakan tari membantu siswa mengembangkan keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi tubuh. Mengasah Konsentrasi Mengingat urutan gerakan dan mengikuti irama musik melatih fokus serta daya ingat. Mendorong Ekspresi Emosi Tari menjadi media yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan melalui gerakan. Membangun Kerja Sama Tim Dalam tarian kelompok, siswa belajar menyesuaikan diri dengan teman dan menjaga kekompakan. Menghargai Budaya Lokal Melalui tarian tradisional, siswa juga dikenalkan pada nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah. Suasana latihan yang hangat dan penuh dukungan membuat siswa merasa aman untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Dukungan dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting yang membantu mereka lebih percaya diri saat tampil di atas panggung. Jika Anda ingin melihat anak berkembang dengan rasa percaya diri yang kuat melalui kegiatan positif seperti pentas tari, pertimbangkan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang daftar SLB di SLB PGRI Sumbersari. Dengan lingkungan belajar yang suportif dan program kegiatan yang terarah, SLB PGRI Sumbersari dapat menjadi pilihan tepat untuk mendampingi tumbuh kembang anak Anda.

Baca Selengkapnya

Membangun Budaya Peduli Lingkungan di Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga ruang pembentukan kebiasaan dan karakter. Apa yang dibiasakan setiap hari di sekolah akan membekas dalam diri siswa hingga dewasa. Karena itu, menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab dan sadar akan kebersihan serta kelestarian sekitar. Bagi anak berkebutuhan khusus, pembiasaan yang sederhana namun konsisten jauh lebih efektif dibandingkan teori panjang. Melalui kegiatan nyata dan contoh langsung dari guru, nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh secara alami dalam keseharian mereka. Berikut beberapa cara membangun budaya peduli lingkungan di sekolah: Membiasakan Membuang Sampah pada Tempatnya Kebiasaan kecil ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kebersihan sekolah. Kegiatan Piket Kelas Secara Rutin Siswa diajak membersihkan meja, menyapu lantai, atau merapikan ruang belajar sesuai kemampuan masing-masing. Menanam dan Merawat Tanaman Sekolah Aktivitas sederhana seperti menyiram tanaman melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian. Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik Sekolah dapat mengenalkan cara memilah sampah secara bertahap dengan pendekatan yang mudah dipahami siswa. Kerja Bakti Bersama Kegiatan gotong royong menciptakan kebersamaan sekaligus memperkuat nilai kerja sama. Pemanfaatan Barang Bekas untuk Kerajinan Kegiatan kreatif dari bahan daur ulang membantu siswa memahami bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna. Memberi Teladan dari Guru dan Staf Sekolah Contoh nyata dari orang dewasa menjadi pembelajaran paling efektif bagi siswa. Budaya peduli lingkungan yang dibangun secara konsisten akan membentuk kebiasaan positif yang terbawa hingga di rumah dan masyarakat. Sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua warga sekolah. Di Sleman, komitmen membangun budaya peduli lingkungan juga menjadi bagian dari pembiasaan di SLB PGRI SUMBERSARI. Jika Anda ingin anak belajar dalam lingkungan yang tidak hanya mendidik tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Bersama suasana sekolah yang hangat dan pembiasaan positif setiap hari, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan peduli terhadap sekitarnya.

Baca Selengkapnya

Mengenal Program Keterampilan Tata Boga di SLB PGRI Sumbersari

Belajar memasak sering kali menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan tata boga bukan hanya tentang membuat makanan, tetapi juga tentang melatih kemandirian, ketelitian, dan rasa percaya diri. Melalui proses yang sederhana dan bertahap, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang nyata dan aplikatif. Di SLB PGRI SUMBERSARI, program keterampilan tata boga dirancang sebagai salah satu bekal penting bagi siswa, khususnya di jenjang yang lebih tinggi. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara praktik langsung dengan pendampingan guru, sehingga setiap siswa dapat mengikuti kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. Berikut beberapa hal yang dipelajari dalam program keterampilan tata boga: Pengenalan Alat dan Bahan Dasar Siswa diperkenalkan pada peralatan dapur sederhana serta bahan-bahan yang umum digunakan, lengkap dengan cara penggunaannya yang aman. Prosedur Dasar Kebersihan dan Keamanan Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan alat, dan menggunakan perlengkapan dengan benar menjadi bagian penting dalam setiap praktik. Mengolah Menu Sederhana Siswa belajar membuat makanan ringan, minuman, atau hidangan sederhana yang mudah dipraktikkan di rumah. Pengukuran dan Penakaran Bahan Kegiatan ini melatih ketelitian dan kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap. Kerja Sama dalam Kelompok Dalam beberapa kegiatan, siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan satu menu, sehingga melatih komunikasi dan tanggung jawab. Pengemasan Produk Siswa dikenalkan cara mengemas hasil masakan agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Simulasi Penjualan Sederhana Kegiatan ini membantu siswa memahami proses transaksi dan membangun rasa percaya diri saat menawarkan hasil karya mereka. Program tata boga tidak hanya mengajarkan cara memasak, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab. Banyak siswa yang merasa bangga ketika hasil masakannya diapresiasi oleh teman, guru, atau orang tua. Jika Anda ingin anak mendapatkan bekal keterampilan yang nyata dan bermanfaat untuk masa depan, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Melalui program tata boga yang terarah dan pendampingan yang sabar, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalani kehidupannya.

Baca Selengkapnya

Peran Sekolah dalam Menanamkan Nilai Budaya Lokal kepada Siswa

Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, budaya lokal sering kali terpinggirkan jika tidak dikenalkan sejak dini. Padahal, mengenal budaya sendiri dapat membantu anak memahami identitas, lingkungan sosial, serta nilai-nilai yang hidup di masyarakat sekitarnya. Bagi anak berkebutuhan khusus, pengenalan budaya lokal dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif. Tidak harus dalam bentuk teori panjang, tetapi melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka. Dengan cara ini, nilai budaya dapat tumbuh secara alami dan lebih mudah dipahami. Berikut beberapa peran sekolah dalam menanamkan nilai budaya lokal kepada siswa: Mengintegrasikan Budaya dalam Pembelajaran Guru dapat memasukkan unsur bahasa daerah, cerita rakyat, atau tradisi lokal dalam materi belajar yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Mengadakan Kegiatan Seni Tradisional Kegiatan seperti membatik, menyanyi lagu daerah, atau memainkan permainan tradisional membantu siswa mengenal budaya melalui praktik langsung. Memperingati Hari Besar Budaya Sekolah dapat mengadakan peringatan sederhana yang mengenalkan makna dan nilai di balik tradisi tersebut. Mengenalkan Etika dan Tata Krama Lokal Nilai sopan santun dan cara berkomunikasi yang baik sesuai budaya setempat dapat dibiasakan dalam interaksi sehari-hari. Mengajak Siswa Terlibat dalam Kegiatan Sosial Partisipasi dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti atau acara lingkungan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya sekitar. Mendorong Rasa Bangga terhadap Identitas Lokal Apresiasi terhadap karya dan budaya daerah membuat siswa merasa dihargai dan memiliki jati diri. Menyesuaikan Pendekatan dengan Kebutuhan Siswa Penanaman nilai budaya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing anak agar tidak terasa membebani. Melalui pembiasaan yang konsisten, nilai budaya lokal tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari siswa. Sekolah memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda. Di Sleman, penanaman nilai budaya lokal juga menjadi bagian dari program pembelajaran di SLB PGRI SUMBERSARI. Jika Anda ingin anak tumbuh dengan karakter yang kuat, mengenal budayanya, dan berkembang sesuai potensinya, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Lingkungan belajar yang hangat dan pendekatan yang adaptif dapat menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih percaya diri dan berdaya.

Baca Selengkapnya

Kegiatan Ekstrakurikuler yang Mendorong Kepercayaan Diri Siswa

Belajar tidak selalu harus berada di balik meja dan buku pelajaran. Banyak pengalaman berharga justru tumbuh dari kegiatan di luar jam pelajaran formal. Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan ekstrakurikuler menjadi ruang aman untuk mencoba hal baru, berani tampil, dan menemukan potensi yang mungkin belum terlihat sebelumnya. Melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai minat, siswa dapat belajar tanpa merasa tertekan. Mereka diberi kesempatan untuk berkembang sesuai ritme masing-masing, sekaligus membangun rasa percaya diri secara bertahap. Berikut beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendorong kepercayaan diri siswa: Seni dan Kerajinan Kegiatan seperti membatik, menggambar, atau membuat kerajinan tangan memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan imajinasi mereka. Kegiatan Keagamaan Pembiasaan ibadah dan kegiatan rohani membantu membentuk karakter serta memberikan ketenangan batin yang mendukung rasa percaya diri. Olahraga Ringan dan Permainan Kelompok Aktivitas fisik sederhana melatih kerja sama, sportivitas, serta keberanian untuk berpartisipasi bersama teman. Pramuka atau Kegiatan Kedisiplinan Melalui latihan baris-berbaris atau kegiatan kelompok, siswa belajar tanggung jawab dan keberanian tampil di depan umum. Kegiatan Pentas Seni dan Lomba Kesempatan tampil di depan orang lain, meskipun sederhana, menjadi pengalaman penting untuk melatih mental dan mengurangi rasa malu. Kegiatan Sosial Sekolah Partisipasi dalam bakti sosial atau kegiatan peduli lingkungan menumbuhkan empati sekaligus rasa bangga karena dapat berkontribusi. Praktik Keterampilan Aktivitas tata boga, tata graha, atau keterampilan lainnya yang dikemas dalam bentuk kegiatan tambahan dapat meningkatkan keyakinan diri saat siswa melihat hasil nyata dari usaha mereka. Di Sleman, berbagai kegiatan pengembangan diri ini juga menjadi bagian dari program di SLB PGRI SUMBERSARI. Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba, belajar, dan berkembang melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan serta minat masing-masing. Jika Anda ingin anak tumbuh lebih percaya diri melalui lingkungan belajar yang suportif dan kegiatan yang membangun, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Bersama pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil, berkembang, dan merasa bangga atas dirinya sendiri.

Baca Selengkapnya

Seni Membatik sebagai Media Pengembangan Kreativitas Siswa

Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan buku dan papan tulis. Bagi anak berkebutuhan khusus, aktivitas yang melibatkan gerak tangan, warna, dan pola justru sering kali menjadi cara efektif untuk mengekspresikan diri. Salah satu kegiatan yang kaya manfaat dan sarat nilai budaya adalah seni membatik. Membatik bukan sekadar membuat motif di atas kain. Proses ini mengajarkan kesabaran, ketelitian, serta keberanian dalam menuangkan ide. Bagi siswa, terutama di jenjang pendidikan luar biasa, membatik dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Berikut beberapa manfaat seni membatik dalam pengembangan kreativitas siswa: Melatih Motorik Halus Proses memegang canting, menggoreskan malam, dan mewarnai kain membantu melatih koordinasi tangan dan ketelitian. Mendorong Ekspresi Diri Setiap siswa bebas memilih motif dan warna sesuai imajinasi mereka, sehingga muncul rasa bangga terhadap hasil karya sendiri. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Membatik membutuhkan perhatian pada detail, yang secara tidak langsung melatih siswa untuk lebih fokus dalam menyelesaikan tugas. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Ketika karya mereka diapresiasi, siswa merasa dihargai dan semakin yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Mengenalkan Budaya Lokal Batik sebagai warisan budaya Indonesia menjadi sarana mengenalkan nilai tradisi sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Membuka Peluang Keterampilan Usaha Keterampilan membatik dapat menjadi bekal wirausaha sederhana yang bernilai ekonomis di masa depan. Melatih Kesabaran dan Ketekunan Proses yang bertahap mengajarkan siswa bahwa hasil yang baik memerlukan usaha dan ketelatenan. Di Sleman, program keterampilan seni membatik juga menjadi bagian dari pembelajaran di SLB PGRI SUMBERSARI. Melalui pendampingan guru yang sabar dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, kegiatan ini tidak hanya menjadi latihan keterampilan, tetapi juga sarana membangun kreativitas dan kemandirian. Jika Anda ingin anak mengembangkan potensi kreatifnya melalui keterampilan yang bernilai budaya dan ekonomi, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Lingkungan belajar yang suportif dan program keterampilan yang terarah dapat menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih mandiri dan percaya diri.

Baca Selengkapnya