082313437557
Gesikan, Sumbersari, Moyudan, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55563
Semarak Hari Kartini, SLB PGRI Sumbersari Gelar Apel, Mewarnai, dan Menyanyi Bersama Moyudan — SLB PGRI Sumbersari memperingati Hari Kartini dengan menggelar apel pagi yang dilanjutkan kegiatan mewarnai gambar R.A. Kartini serta menyanyi lagu Ibu Kita Kartini secara bergantian di aula sekolah pada Senin (21/4/2026). Kegiatan ini semakin semarak dengan seluruh siswa yang mengenakan pakaian adat Jawa. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang berlangsung di halaman sekolah. Para siswa dan guru tampak anggun dan rapi mengenakan busana adat Jawa, menambah nuansa kultural yang kental dalam peringatan Hari Kartini. Dalam apel tersebut, disampaikan amanat mengenai pentingnya meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan, khususnya bagi perempuan. Apel ini menjadi pembuka yang menumbuhkan kesadaran siswa akan makna peringatan Hari Kartini sebagai momentum refleksi dan penghargaan terhadap jasa pahlawan. Setelah apel, seluruh peserta didik melanjutkan kegiatan di aula sekolah dengan suasana yang lebih santai namun tetap bermakna. Kegiatan inti diisi dengan mewarnai gambar tokoh R.A. Kartini. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat sosok Kartini sebagai simbol emansipasi dan semangat belajar tanpa batas. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyi lagu “Ibu Kita Kartini” secara bergantian melalui sesi karaoke. Setiap siswa diberi kesempatan untuk tampil, sehingga melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka di depan teman-temannya. Suasana aula pun menjadi semakin meriah dengan dukungan dan tepuk tangan dari seluruh peserta. Kepala SLB PGRI Sumbersari, Nurul Hidayah, S.Ag., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang agar siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai kemandirian, keberanian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari apel hingga kegiatan di aula. Momen ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara siswa dan guru dalam suasana yang penuh inspirasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SLB PGRI Sumbersari dapat meneladani semangat R.A. Kartini dalam meraih cita-cita serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Baca SelengkapnyaHalal Bihalal YPLP Dikdasmen PGRI DIY Bersama SLB PGRI se-DIY Perkuat Kebersamaan, Sinergi, dan Semangat Bertumbuh Moyudan — Keluarga Besar YPLP Dikdasmen PGRI DIY bersama SLB PGRI se-Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Kamis, 16 April 2026 bertempat di SLB PGRI Sumbersari, Moyudan, Sleman. Mengusung tema “Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi, Wujudkan SLB yang Harmoni”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua YPLP Dikdasmen PGRI DIY, jajaran pengurus, para kepala SLB PGRI se-DIY, guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran seluruh elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap keberlangsungan serta perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI. Sejak awal kegiatan, suasana kekeluargaan dan kehangatan begitu terasa. Rangkaian acara disusun secara khidmat dan penuh makna, dimulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan ketenangan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, penampilan seni dari peserta didik yang menunjukkan potensi dan kreativitas luar biasa, hingga ikrar syawalan yang menjadi simbol kesungguhan hati dalam saling memaafkan. Dalam sambutannya, Ketua YPLP Dikdasmen PGRI DIY Drs. Ponidi, M.Pd. menegaskan bahwa keberadaan dan kemajuan sekolah-sekolah PGRI hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unsur pendidikan. Semangat kolektif tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia pendidikan. Oleh karena itu, menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan rasa saling mendukung menjadi hal yang sangat penting untuk terus dilakukan demi keberlanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan di masa yang akan datang. Sementara itu, dalam penyampaian hikmah halal bihalal, Ustadz Muftahulhaq, M.S.I. mengajak seluruh hadirin untuk memaknai bulan Syawal sebagai momentum pertumbuhan dan peningkatan diri. Nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama bulan Ramadan diharapkan tidak berhenti, melainkan terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun suasana kebersamaan seperti saat Ramadan telah berlalu, semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri tetap harus dijaga dan ditumbuhkan secara konsisten. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, kegiatan Halal Bihalal ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sebagai pendidik. Interaksi yang terjalin antar peserta juga menjadi sarana mempererat jejaring dan sinergi antar satuan pendidikan, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung. Kegiatan ditutup dengan musafahah sebagai simbol saling memaafkan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta. Suasana hangat semakin terasa saat seluruh hadirin saling berjabat tangan, mempererat ukhuwah, dan meneguhkan kembali komitmen untuk berjalan bersama dalam satu tujuan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar SLB PGRI se-DIY semakin solid, harmonis, dan memiliki semangat untuk terus bertumbuh, baik secara profesional maupun spiritual. Komitmen bersama untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan semakin kuat, seiring dengan terjalinnya kebersamaan yang erat dan berkelanjutan.
Baca SelengkapnyaSLB PGRI Sumbersari Ikuti FLS3N Tingkat Kabupaten Sleman 2026 Sleman, 7 April 2026 — SLB PGRI Sumbersari turut berpartisipasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini bertempat di SLB Bhakti Pertiwi, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, dan dimulai pukul 08.30 WIB. Dalam ajang tersebut, SLB PGRI Sumbersari mengirimkan empat siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seni. Adapun perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah: Fatur Rohman pada cabang lomba melukis Buchori pada cabang lomba fashion show Nando Prakoso pada cabang lomba pantomim Yusuf Putra Anugrah pada cabang lomba mewarnai Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi, bakat, serta kreativitas siswa di bidang seni, sekaligus sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berprestasi. Dari seluruh cabang yang diikuti, SLB PGRI Sumbersari berhasil meraih prestasi membanggakan melalui Nando Prakoso yang berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba pantomim. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SLB mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat kabupaten. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat, serta kepada guru pembimbing yang telah memberikan pendampingan secara maksimal. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat terus mengembangkan bakat dan minatnya, serta menginspirasi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.
Baca SelengkapnyaGerakan Donasi “Kricik Becik” di SLB PGRI Sumbersari, Wujud Kepedulian Sosial Moyudan, 6 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-271, SLB PGRI Sumbersari melaksanakan kegiatan Gerakan Donasi Kricik Becik pada Senin (6/4). Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua siswa. Gerakan Kricik Becik merupakan program pengumpulan donasi berupa uang receh sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu pelajar yang kurang mampu. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai empati, solidaritas, serta semangat gotong royong kepada para siswa sejak dini. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak penuh antusias. Para siswa dengan didampingi guru membawa dan mengumpulkan uang receh yang telah disiapkan dari rumah. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Kepala SLB PGRI Sumbersari dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter yang penting bagi siswa. “Melalui Kricik Becik, siswa belajar untuk peduli, berbagi, dan memahami bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi orang lain,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah DIY Nomor 03 Tahun 2026 serta Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY terkait pelaksanaan Gerakan Kricik Becik. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelajar yang membutuhkan.
Baca SelengkapnyaHari Pertama Masuk Sekolah Pasca Lebaran, SLB PGRI Sumbersari Gelar Halal Bihalal Penuh Kebersamaan Moyudan, 30 Maret 2026 — Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, keluarga besar SLB PGRI Sumbersari menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan pada Senin (30/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa. Acara diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di halaman sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SLB PGRI Sumbersari, Ibu Nurul Hidayah, menyampaikan sambutan yang sarat makna. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang memperbaiki diri, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan semangat belajar dan bekerja setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana haru dan kehangatan terasa saat seluruh warga sekolah saling memaafkan, menciptakan ikatan emosional yang semakin erat di lingkungan sekolah. Selanjutnya, seluruh peserta menuju ruang aula untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Para siswa mengumpulkan kado silang yang telah dipersiapkan sebelumnya berupa makanan dengan nilai Rp 6.000. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang dinanti karena menghadirkan unsur kebersamaan dan kejutan bagi para peserta. Sebelum pembagian kado, Bapak Walkadi memberikan penjelasan mengenai makna dan hikmah silaturahmi di bulan Syawal. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kado silang, di mana siswa secara bergantian menerima dan membuka kado yang didapatkan. Keceriaan tampak dari wajah para siswa yang antusias menikmati momen tersebut. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dari kado yang telah diterima, menambah kehangatan suasana kebersamaan. Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan seluruh warga SLB PGRI Sumbersari dapat memulai kembali aktivitas pembelajaran dengan hati yang bersih, semangat baru, serta hubungan yang semakin harmonis.
Baca SelengkapnyaHalal Bihalal Keluarga Besar Guru dan Karyawan SLB PGRI Sumbersari Minggir, 29 Maret 2026 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H, keluarga besar guru dan karyawan SLB PGRI Sumbersari menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 10.00 – 12.00 WIB, bertempat di Gubug Makan Mang Engking Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, dan karyawan beserta keluarga masing-masing. Suasana kebersamaan tampak hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat saling memaafkan dan mempererat hubungan antarwarga sekolah. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Nurul Hidayah, yang menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan meningkatkan semangat kerja setelah bulan suci Ramadan. Selanjutnya, sambutan perwakilan keluarga disampaikan oleh Bapak Rahmad, selaku suami dari Ibu Andriyani, yang menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Momentum inti kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Ikrar Syawalan yang dipimpin oleh Bapak Walkadi, salah satu guru di SLB PGRI Sumbersari. Dalam ikrar tersebut, seluruh hadirin saling memaafkan dan berkomitmen untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan keharmonisan dalam lingkungan kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salam-salaman sebagai simbol saling memaafkan, diikuti dengan acara kado silang yang menambah suasana semakin meriah, penuh canda, dan keakraban di antara keluarga besar. Acara ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama, yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh hadirin yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar SLB PGRI Sumbersari dapat terus menjaga kebersamaan, meningkatkan solidaritas, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh semangat dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
Baca SelengkapnyaSOSIALISASI DAN MUSYAWARAH BEASISWA JAMINAN PENDIDIKAN KHUSUS DIY TAHUN 2026 SLB PGRI SUMBERSARI OLEH KEPALA SEKOLAH KEPADA WALI MURID. SUMBERSARI – Pendidikan adalah hak segala bangsa, tidak terkecuali bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Bertempat di aula pertemuan sekolah, SLB PGRI Sumbersari mengadakan agenda "Sosialisasi dan Musyawarah Beasiswa Jaminan Pendidikan Khusus (JAMDIKSUS) DIY Tahun 2026 SLB PGRI SUMBERSARI". Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah dan dihadiri oleh seluruh wali murid calon penerima manfaat. Dalam sambutannya, Kepala SLB PGRI Sumbersari menekankan bahwa beasiswa JAMDIKSUS bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendukung pendidikan inklusif. Musyawarah ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran bantuan tepat sasaran dan dipahami sepenuhnya oleh para orang tua, terutama mengenai mekanisme administrasi dan penggunaan dana yang sesuai dengan peruntukannya. Tujuan Beasiswa JAMDIKSUS : Membantu Peserta Didik Disabilitas dalam pemenuhan biaya personal pendidikan Menjamin keberlangsungan belajar bagi Peserta Didik Disabilitas Memberikan motivasi kehadiran Peserta Didik Disabilitas Pemanfaatan Dana ini berupa : Transportasi Peserta Didik maksimal Rp50.000,00 per tahun ; Perlengkapan sekolah Seragam Peserta Didik Biaya terapi ; dan Biaya pendidikan Peserta Didik di sekolah swasta
Baca SelengkapnyaSetiap anak memiliki potensi yang unik untuk berkembang, termasuk dalam hal keberanian tampil di depan umum. Bagi siswa berkebutuhan khusus, kesempatan untuk berdiri di atas panggung dan menunjukkan kemampuan mereka bisa menjadi pengalaman yang sangat berarti. Salah satu cara yang efektif untuk membangun rasa percaya diri tersebut adalah melalui kegiatan pentas tari di sekolah. Di lingkungan sekolah, kegiatan tari bukan sekadar latihan gerakan yang diiringi musik. Lebih dari itu, tari menjadi ruang ekspresi yang membantu siswa mengenali kemampuan diri, melatih koordinasi tubuh, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Proses latihan yang dilakukan secara rutin juga membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Di SLB PGRI SUMBERSARI, kegiatan pentas tari dirancang agar setiap siswa bisa berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Guru memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari mengenalkan gerakan sederhana hingga membangun kepercayaan diri saat tampil di acara sekolah atau kegiatan luar sekolah. Berikut beberapa manfaat pentas tari bagi siswa: Meningkatkan Kepercayaan Diri Saat siswa berhasil menyelesaikan satu penampilan, rasa bangga muncul secara alami dan mendorong mereka untuk lebih berani mencoba hal baru. Melatih Koordinasi dan Motorik Gerakan tari membantu siswa mengembangkan keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi tubuh. Mengasah Konsentrasi Mengingat urutan gerakan dan mengikuti irama musik melatih fokus serta daya ingat. Mendorong Ekspresi Emosi Tari menjadi media yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan melalui gerakan. Membangun Kerja Sama Tim Dalam tarian kelompok, siswa belajar menyesuaikan diri dengan teman dan menjaga kekompakan. Menghargai Budaya Lokal Melalui tarian tradisional, siswa juga dikenalkan pada nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah. Suasana latihan yang hangat dan penuh dukungan membuat siswa merasa aman untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Dukungan dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting yang membantu mereka lebih percaya diri saat tampil di atas panggung. Jika Anda ingin melihat anak berkembang dengan rasa percaya diri yang kuat melalui kegiatan positif seperti pentas tari, pertimbangkan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang daftar SLB di SLB PGRI Sumbersari. Dengan lingkungan belajar yang suportif dan program kegiatan yang terarah, SLB PGRI Sumbersari dapat menjadi pilihan tepat untuk mendampingi tumbuh kembang anak Anda.
Baca SelengkapnyaLingkungan sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga ruang pembentukan kebiasaan dan karakter. Apa yang dibiasakan setiap hari di sekolah akan membekas dalam diri siswa hingga dewasa. Karena itu, menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab dan sadar akan kebersihan serta kelestarian sekitar. Bagi anak berkebutuhan khusus, pembiasaan yang sederhana namun konsisten jauh lebih efektif dibandingkan teori panjang. Melalui kegiatan nyata dan contoh langsung dari guru, nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh secara alami dalam keseharian mereka. Berikut beberapa cara membangun budaya peduli lingkungan di sekolah: Membiasakan Membuang Sampah pada Tempatnya Kebiasaan kecil ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kebersihan sekolah. Kegiatan Piket Kelas Secara Rutin Siswa diajak membersihkan meja, menyapu lantai, atau merapikan ruang belajar sesuai kemampuan masing-masing. Menanam dan Merawat Tanaman Sekolah Aktivitas sederhana seperti menyiram tanaman melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian. Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik Sekolah dapat mengenalkan cara memilah sampah secara bertahap dengan pendekatan yang mudah dipahami siswa. Kerja Bakti Bersama Kegiatan gotong royong menciptakan kebersamaan sekaligus memperkuat nilai kerja sama. Pemanfaatan Barang Bekas untuk Kerajinan Kegiatan kreatif dari bahan daur ulang membantu siswa memahami bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna. Memberi Teladan dari Guru dan Staf Sekolah Contoh nyata dari orang dewasa menjadi pembelajaran paling efektif bagi siswa. Budaya peduli lingkungan yang dibangun secara konsisten akan membentuk kebiasaan positif yang terbawa hingga di rumah dan masyarakat. Sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua warga sekolah. Di Sleman, komitmen membangun budaya peduli lingkungan juga menjadi bagian dari pembiasaan di SLB PGRI SUMBERSARI. Jika Anda ingin anak belajar dalam lingkungan yang tidak hanya mendidik tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Bersama suasana sekolah yang hangat dan pembiasaan positif setiap hari, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan peduli terhadap sekitarnya.
Baca SelengkapnyaBelajar memasak sering kali menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan tata boga bukan hanya tentang membuat makanan, tetapi juga tentang melatih kemandirian, ketelitian, dan rasa percaya diri. Melalui proses yang sederhana dan bertahap, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang nyata dan aplikatif. Di SLB PGRI SUMBERSARI, program keterampilan tata boga dirancang sebagai salah satu bekal penting bagi siswa, khususnya di jenjang yang lebih tinggi. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara praktik langsung dengan pendampingan guru, sehingga setiap siswa dapat mengikuti kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. Berikut beberapa hal yang dipelajari dalam program keterampilan tata boga: Pengenalan Alat dan Bahan Dasar Siswa diperkenalkan pada peralatan dapur sederhana serta bahan-bahan yang umum digunakan, lengkap dengan cara penggunaannya yang aman. Prosedur Dasar Kebersihan dan Keamanan Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan alat, dan menggunakan perlengkapan dengan benar menjadi bagian penting dalam setiap praktik. Mengolah Menu Sederhana Siswa belajar membuat makanan ringan, minuman, atau hidangan sederhana yang mudah dipraktikkan di rumah. Pengukuran dan Penakaran Bahan Kegiatan ini melatih ketelitian dan kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap. Kerja Sama dalam Kelompok Dalam beberapa kegiatan, siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan satu menu, sehingga melatih komunikasi dan tanggung jawab. Pengemasan Produk Siswa dikenalkan cara mengemas hasil masakan agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Simulasi Penjualan Sederhana Kegiatan ini membantu siswa memahami proses transaksi dan membangun rasa percaya diri saat menawarkan hasil karya mereka. Program tata boga tidak hanya mengajarkan cara memasak, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab. Banyak siswa yang merasa bangga ketika hasil masakannya diapresiasi oleh teman, guru, atau orang tua. Jika Anda ingin anak mendapatkan bekal keterampilan yang nyata dan bermanfaat untuk masa depan, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Melalui program tata boga yang terarah dan pendampingan yang sabar, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalani kehidupannya.
Baca SelengkapnyaSekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, budaya lokal sering kali terpinggirkan jika tidak dikenalkan sejak dini. Padahal, mengenal budaya sendiri dapat membantu anak memahami identitas, lingkungan sosial, serta nilai-nilai yang hidup di masyarakat sekitarnya. Bagi anak berkebutuhan khusus, pengenalan budaya lokal dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif. Tidak harus dalam bentuk teori panjang, tetapi melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka. Dengan cara ini, nilai budaya dapat tumbuh secara alami dan lebih mudah dipahami. Berikut beberapa peran sekolah dalam menanamkan nilai budaya lokal kepada siswa: Mengintegrasikan Budaya dalam Pembelajaran Guru dapat memasukkan unsur bahasa daerah, cerita rakyat, atau tradisi lokal dalam materi belajar yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Mengadakan Kegiatan Seni Tradisional Kegiatan seperti membatik, menyanyi lagu daerah, atau memainkan permainan tradisional membantu siswa mengenal budaya melalui praktik langsung. Memperingati Hari Besar Budaya Sekolah dapat mengadakan peringatan sederhana yang mengenalkan makna dan nilai di balik tradisi tersebut. Mengenalkan Etika dan Tata Krama Lokal Nilai sopan santun dan cara berkomunikasi yang baik sesuai budaya setempat dapat dibiasakan dalam interaksi sehari-hari. Mengajak Siswa Terlibat dalam Kegiatan Sosial Partisipasi dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti atau acara lingkungan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya sekitar. Mendorong Rasa Bangga terhadap Identitas Lokal Apresiasi terhadap karya dan budaya daerah membuat siswa merasa dihargai dan memiliki jati diri. Menyesuaikan Pendekatan dengan Kebutuhan Siswa Penanaman nilai budaya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing anak agar tidak terasa membebani. Melalui pembiasaan yang konsisten, nilai budaya lokal tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari siswa. Sekolah memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda. Di Sleman, penanaman nilai budaya lokal juga menjadi bagian dari program pembelajaran di SLB PGRI SUMBERSARI. Jika Anda ingin anak tumbuh dengan karakter yang kuat, mengenal budayanya, dan berkembang sesuai potensinya, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Lingkungan belajar yang hangat dan pendekatan yang adaptif dapat menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih percaya diri dan berdaya.
Baca SelengkapnyaBelajar tidak selalu harus berada di balik meja dan buku pelajaran. Banyak pengalaman berharga justru tumbuh dari kegiatan di luar jam pelajaran formal. Bagi anak berkebutuhan khusus, kegiatan ekstrakurikuler menjadi ruang aman untuk mencoba hal baru, berani tampil, dan menemukan potensi yang mungkin belum terlihat sebelumnya. Melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai minat, siswa dapat belajar tanpa merasa tertekan. Mereka diberi kesempatan untuk berkembang sesuai ritme masing-masing, sekaligus membangun rasa percaya diri secara bertahap. Berikut beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendorong kepercayaan diri siswa: Seni dan Kerajinan Kegiatan seperti membatik, menggambar, atau membuat kerajinan tangan memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan imajinasi mereka. Kegiatan Keagamaan Pembiasaan ibadah dan kegiatan rohani membantu membentuk karakter serta memberikan ketenangan batin yang mendukung rasa percaya diri. Olahraga Ringan dan Permainan Kelompok Aktivitas fisik sederhana melatih kerja sama, sportivitas, serta keberanian untuk berpartisipasi bersama teman. Pramuka atau Kegiatan Kedisiplinan Melalui latihan baris-berbaris atau kegiatan kelompok, siswa belajar tanggung jawab dan keberanian tampil di depan umum. Kegiatan Pentas Seni dan Lomba Kesempatan tampil di depan orang lain, meskipun sederhana, menjadi pengalaman penting untuk melatih mental dan mengurangi rasa malu. Kegiatan Sosial Sekolah Partisipasi dalam bakti sosial atau kegiatan peduli lingkungan menumbuhkan empati sekaligus rasa bangga karena dapat berkontribusi. Praktik Keterampilan Aktivitas tata boga, tata graha, atau keterampilan lainnya yang dikemas dalam bentuk kegiatan tambahan dapat meningkatkan keyakinan diri saat siswa melihat hasil nyata dari usaha mereka. Di Sleman, berbagai kegiatan pengembangan diri ini juga menjadi bagian dari program di SLB PGRI SUMBERSARI. Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba, belajar, dan berkembang melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan serta minat masing-masing. Jika Anda ingin anak tumbuh lebih percaya diri melalui lingkungan belajar yang suportif dan kegiatan yang membangun, pertimbangkan untuk mendaftarkannya di SLB PGRI Sumbersari. Bersama pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil, berkembang, dan merasa bangga atas dirinya sendiri.
Baca Selengkapnya